Filsafat Patristik (dari kata latin pater = bapa: yang dimaksud adalah para bapa gereja. Zaman ini meliputi zaman para rasul (abad pertama) hingga kira-kira awal abad ke-8. filsafat ini terbagi kepada dua, yaitu: a) Patristik Timur: para pembela agama Kristen dan mencoba membela iman Kristen terhadap filsafat yunani. b) Patristik Barat, dalam filsafat ini ada aliran yang menolak filsafat yaitu Tertullianus (160-222) dan yang menerima filsafat yaitu Aurelius Augustinus (354-430).

 

Yang kedua adalah filsafat pada abad pertengahan, pada abad ini menggambarkan suatu zaman yang baru sekali ditengah-tengah suatu rumpun bangsa yang baru, yaitu bangsa Eropa barat. Filsafat ini disebut Skolastik. Johanes Scotus Eriugena (810-870), pemikiran filsafatnya berdasarkan keyakinan kristiani, pangkal metafisisnya adalah: makin umum sifat sesuatu, makin nyatalah sesuatu itu. Yang paling umum itu adalah alam semesta, tapi alam itu dibedakan menjadi 4, yaitu:1) alam yang menciptakan, tapi yang sendiri tidak diciptakan, alam yang Esa secara sempurna adalah Allah, satu-satunya realitas. 2) alam yang menciptakan, tapi yang sendiri diciptakan. Yaitu dunia idea yang menjadi pola dasar segala sesuatu. 3) alam yan diciptakan, tapi yang sendiri tidak menciptakan yaitu perealisasian segala sesuatu didalam dunia yang tampak ini.4) alam yang tidak menciptakan dan tidak diciptakan , allah dipandang sebagai tujuan akhir segala sesuatu.

Pada abad ke-11 terjadi pertentangan tentang apa yang disebut  universalia atau pengertian umum dan karena adanya suatu bagian tulisan Boethius yang mempersoalkan pengertian-pengertian umum. Plato berpendapat bahwa pengertian umum memang memiliki realitas/kenyataaan. Dan Aristoteles berpendapat bahwa pengertian umum tidak memiliki kenyataan.

Kemudian persoalan mengenai nisbah antara iman dan akal. Anselmus memberi jawaban : tides quaerens intellectum (iman berusaha untuk mengerti). Kebenaran yang diwahyukan harus dipercaya terlebih dahulu, sebab akal tidak memiliki kekuatan pada dirinya sendiri, guna menyelidiki kebenaran-kebenaran yang termasuk wahyu. Iman adalah bebas merdeka, tidak memerlukan dasar-dasar akal. Dan mengenai pengertian universalia, ia mengemukakan bahwa itu bukan hanya sebutan saja, tapi memiliki realitas. Kemudian Petrus Abaelardus (1079-1142) mengemukakan bahwa pengertian umum/uiversalia: ia mengambil tempat ditengah-tengah para ultra realis dan para nominalis.

Pada abad ke-13 menjadi abad kejayaan skolastik. Factor yang mempengaruhinya adalah: hubungan-hubungan baru dengan dunia pemikiraan yunani dan dunia pemikiran arab, timbulah universitas dan timbulnya ordo-ordo baru.

 


HIDUP TANPA KOREKSI ADALAH HIDUP YANG TAK LAYAK TUK DIJALANI
 

=> Do you also want a homepage for free? Then click here! <=